My Photo
Name:
Location: Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

"Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". Di provinsi ini, saya pendatang belaka. Asal Magelang [Jawa Tengah], merantau ke Jogja, Bali, Bandung, lalu menyeberang ke pulau sejuta misteri ini: Kalimantan. Saya tertarik pada model atap dan bangunan Kalimantan Timur. Saya pun kagum akan berbagai karya seni yang dihasilkan para perajin dari daerah ini. Arsitektur, seni pahat, manik-manik, anyam rotan, serta bentuk seni rupa lainnya. Semoga, tak ada kata "sia-sia". Terima kasih, Banua Etam. Dari seorang gelandangan-pendatang: Sahrudin.

Wednesday, April 26, 2006

Tahu "Tek"

Di Jogja, kalau tidak salah makanan ini dinamai "ketoprak" atau "ketoprak Jakarta". Di Magelang, ada "kupat tahu". Andai terdapat perbedaan bumbu dan bahan, mungkin tidak terlalu banyak. "Tahu tek" terdiri dari ketupat, tahu putih goreng, sambal kacang, tauge, kadang-kadang daun-sayur tertentu. Pada "kupat tahu", tahu yang digunakan boleh merah, juga putih. Pada "tahu tek", seringkali tahu putih saja. Tetapi ketupat pada "tahu tek" bukan berbungkus daun kelapa, melainkan plastik. Jadi, bukan ketupat namanya, dong? Ketupat plastik? Apalah. Yang pasti, beras dengan air dimasukkan ke dalam kantung plastik, direbus dalam panci yang terlebih dulu diisi air dengan takaran tertentu. Tentu plastik yang dipakai mesti polos, bukan hitam, jangan pula merah. Nanti ketupat plastik bisa berwarna. Seorang kawan, bekerja sebagai dokter, mengatakan bahwa beras yang dimasak dalam plastik berrisiko tercemar formalin.

Mengapa dinamai "tahu tek"? Dalam menjajakan dagangannya, penjual berkeliling dari satu jalan ke jalan lain sambil memukul-mukul wajan. Suaranya "tek, tek, tek." Di Jogja, sebagian orang berjualan makanan jenis ini dengan tenda. Penjual menempati "kapling" khusus, tidak berpindah-pindah. Sebagian yang lain mempunyai warung sendiri, atau menyewa tempat. Ada juga yang menggunakan kerombong dan berkeliling keluar-masuk gang. Dulu, saya sering makan "ketoprak" di muka gelanggang mahasiswa lama, di bunderan UGM. Kebanyakan penjual "tahu tek" di Samarinda, Balikpapan dan Tenggarong berkeliling. Memakai kerombong, sepeda motor maupun sepeda.

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

aku pertama mangan tahu kupat malah neng sleman pas arep dolan jogja.
nembe ngerti nek jenenge tahu kupat ki kupat diwenehi tahu trus dicampur toge karo duduh.
bedone mbek ketoprak, nek ketoprak ora nganggo duduh, gur sambel kacang.

Wednesday, April 26, 2006 10:04:00 PM  
Anonymous Anonymous said...

tahu tek?! setdah udah lama gw ra mangan panganan iki...*sori ngaco, campuran jawa betawi*

btw, krn di sby cara motong tahunya make gunting... ada sebagian org menyebutnya dgn tahu gunting... but prinsip rasa sih hamper sama aja... di kampung dolo malah namanya tekpo... masih ada pengaruh chinese kale..

thx bro.. for visiting :)

Thursday, April 27, 2006 10:16:00 AM  
Blogger iayu said...

wadoh...aku dadi pengen mulih....

Tuesday, May 02, 2006 4:28:00 PM  

Post a Comment

<< Home